Thursday, October 15, 2015

PSIKOLOGI KOMUNIKASI #2

Manusia dengan Komunikan
Manusia dengan komunikan terdapat 4 konsep yaitu :
     1. Psikoanalisis
     Perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian manusia:Id, Ego, dan Superego.
  1. Id  adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan –dorongan biologis dan pusat
instink manusia. Dalam diri manusia, terdapat dua instink yang dominan:
a. Libido Instink reproduktif yang menyediakan energi dasar untuk kegiatan-kegiatan yang konstruktif. Libido disebut sebagai instink kehidupan;
b. Thanatos Instink destruktif yang agresif. Thanatos  disebut sebagai instink kematian. Semua motif manusia adalah gabungan dari libido dan thanatos. Id  bergerak berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle),  yakni ingin segera memenuhi kebutuhannya. Dengan kata lain, id  adalah tabiat hewani manusia.
2. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik.Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud yang rasional (pada pribadi yang normal). Ego bergerak berdasarkan prinsip realitas (reality principle).
3. Superego adalah hati nurani (conscience) yang merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan kultural masyarakatnya. Superego memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tak berlainan ke alam bawah sadar.
Id  dan superego berada dalam bawah sadar manusia. Ego  berada di tengah, antara memenuhi desakan id  dan peraturan superego. Secara singkat, dalam psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (id), komponen psikologis (ego), dan komponen sosial (superego); atau unsur animal, rasional, dan moral (hewani, akali, dan nilai).
2. Behaviorisme 
 Menganalisa perilaku yang tampak, yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Teori behavioris juga dikenal dengan nama teori belajar. Belajar artinya perubahan perilaku manusia disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Dari situlah timbul konsep “manusia mesin” (Homo Mechanicus).
3. Psikologi Kognitif
 Dalam psikologi kognitif, manusia dipandang sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya dan makhluk yang selalu berfikir(Homo Sapiens).
Descartes dan Kant menyimpulkan bahwa jiwa (mind) yang menjadi alat utama pengetahuan, bukan alat indra. Jiwa menafsirkan pengalaman indrawi secara aktif: mencipta, mengorganisasikan, menafsirkan, mendistorsi dan mencari makna. Manusia tidak memberikan respons terhadap stimuli secara otomatis. Manusialah yang menentukan makna stimuli itu, bukan stimui itu sendiri.
4. Psikologi Humanistik
 Manusia itu ada tingkatan-tingakatan kebutuhan-kebutuhannya
 - ID (psikologis)
 - Rasa aman (biologis)
 - Cinta dan Kasih sayang
 - Self esteam (bagaimana penilaian diri yang baik)
 - Aktualisasi

Sunday, September 27, 2015






KOMUNIKASI INTRAPERSONAL

Komunikasi  intrapersonal  meliputi  sensasi,  persepsi,  memori,  dan  berpikir.  Sensasi  adalah proses  menangkap  stimuli.  Persepsi  adalah  proses  memberi  makna  pada  sensasi  sehingga manusia  memperoleh  pengetahuan  baru.  Dengan  kata  lain,  persepsi  mengubah  sensasi menjadi informasi. Memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berfikir  adalah  mengolah  dan  memanipulasikan  informasi  untuk  memenuhi  kebutuhan  atau memberikan respons. 
>SISTEM KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
1.  Sensasi
Sensasi berasal dari kata “sense” artinya, alat pengindraan yang menghubungkan organisme dengan  lingkungannya.  Menurut  B.  Wolman,  sensasi  adalah  pengalaman  elementer  yang segera,  yang  tidak  memerlukan  penguraian  verbal,  simbolis,  atau  konseptual,  dan  terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera.  Psikologi  menyebutkan  sembilan  alat  indera  yang  digunakan  oleh  manusia:  penglihatan, pendengaran, kinestesis, vestibular, perabaan, temperatur, rasa sakit, perasa, dan penciuman. Sumber  informasi  bisa  berasal  dari  dunia  luar  (eksternal),  atau  dari  dalam  diri  sendiri (internal).
Informasi  dari  luar  diindera  oleh  eksteroseptor,  sedangkah  informasi  dari  dalam diindera  oleh  interoseptor.  Selain  itu,  gerakan  tubuh  kita  sendiri  diindera  oleh proprioseptor. Semua  yang  menyentuh  alat  indera  baik  dari  dalam  ataupun  dari  luar  disebut stimuli. Batas minimal intensitas stimuli disebut ambang mutlak (absolut threshold).  Ketajaman  sensasi  juga  ditentukan  oleh  faktor-faktor  personal.  Perbedaan  sensasi  dapat disebabkan  oleh  perbedaan  pengalaman  atau  lingkungan  budaya,  disamping  kapasitas  alat indera yang berbeda.
2.  Persepsi
Persepsi  adalah  pengalaman  tentang  objek,  peristiwa,  atau  hubungan-hubungan  yang diperoleh  dengan  menyimpulkan  informasi  dan  menafsirkan  pesan.  Persepsi  ialah memberikan  makna  pada  stimuli  inderawi  (sensory  stimuli).  Sensasi  adalah  bagian  dari persepsi.  Meskipun  begitu,  menafsirkan  makna  inderawi  tidak  hanya  melibatkan  sensasi,tetapi juga atensi, ekspektasi, motivasi, dan memori. (Desiderato, 1976:129) Seperti  juga  sensasi,  persepsi  juga  ditentukan  oleh  faktor  personal  dan  faktor  situasional. David Krech dan Richard S Crutchfield menyebutnya faktor fungsional dan faktor struktural.
Faktor yang mempengaruhi persepsi
  1. Faktor eksternal penarik perhatian seperti gerakan, intensitas stimuli, kebaruan (novelty), pengulangan.
Perhatian yaitu proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah.
Apa  yang  kita perhatikan  ditentukan  oleh  faktor-faktor  situasional  dan  personal.  Faktor  situasional terkadang  disebut  sebagai  determinan  perhatian  yang  bersifat  eksternal  atau  menarik perhatian  (attention  getter).  Sebuah  stimuli  diperhatikan  karena  memiliki  sifat-sifat  yang menonjol, antara lain:
a.  Gerakan = Manusia secara visual lebih tertarik pada objek-objek yang bergerak.
b.  Intensitas stimuli = Kita akan memperhatikan stimuli yang lebih menonjol daripada stimuli yang lainnya.
c.  Kebaruan (Novelty) = Hal-hal yang baru, yang luar biasa, yang berbeda, akan menarik perhatian.
d.  Perulangan = Hal-hal yang disajikan berkali-kali, bila disertai dengan sedikit variasi, akan menarik perhatian.
2. Faktor Personal pada persepsi interpersonal :
    * Pengalaman
Pengalaman tidak selalu lewat proses belajar formal. Pengalaman kita bertambah juga melalui rangkaian peristiwa yang pernah kita hadapi.(Jalaludin Rahmat,2005:89) Penglaman sangat mempengaruhi kecermatan persepsi, terkadang pengalaman sangat membantu tapi pengalaman pula kerap kali yang membuat kita terbelenggu dalam mempersepsi
*Motivasi
Motivasi lebih menstimulus kita untuk melakukan respon, misalnya ketika kita lelah kita akan lebih memilih untuk beristirahat. Motivasi yang sering mempengaruhi persepsi interpersonal adalah kebutuhan untuk mempercayai "dunia yang adil" artinya kita mempercayai dunia ini telah diatur secara adil (Jalaludin Rahmat ,2005)
*Kepribadian 
Secara kasar definisi Kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap tiap individu manusia (Koentjaraningra, 2009) kepribadian komunikator dan komunikan sangat mempengaruhi persepsi yang ada.

3.  Memori 
Dalam komunikasi intrapersonal, memori memegang peranan penting dalam mempengaruhi baik  persepsi  (dengan  menyediakan  kerangka  rujukan)  maupun  berpikir.  Mempelajari memori  membawa  kita  pada  psikologi  kognitif,  terutama  pada  model  manusia  sebagai pengolah informasi.  Menurut  Schlessinger  dan  Groves,  memori  adalah  sistem  yang  sangat  berstruktur,  yang menyebabkan  organisme  sanggup  merekam  fakta  tentang  dunia  dan  menggunakan pengetahuannya  untuk  membimbing  perilakunya.  Menurut  John  Griffith,  kapasitas  memori manusia adalah sebesar seratus triliun bit.
Memori  melewati  tiga  proses:  perekaman,  penyimpanan,  dan  pemanggilan.
Perekaman(encoding)  adalah  pencatatan  informasi  melalui  reseptor  indera  dan  sirkit  saraf  internal.
Penyimpanan  (storage)  adalah  menentukan  berapa  lama  informasi  itu  berada  beserta  kita, dalam  bentuk  apa,  dan  dimana. 
Penyimpanan  bisa  aktif  atau  pasif.  Kita  menyimpan  secara aktif bila kita menambahkan informasi tambahan. Kita mengisi informasi yang tidak lengkap dengan  kesimpulan  kita  sendiri.  Sedangkan  penyimpanan  pasif  adalah  tidak  adanya penambahan informasi.
Pemanggilan adalah menggunakan informasi yang disimpan, menggungkapkan kembali informasi apabila diperlukan
JENIS-JENIS MEMORI
a.  Pengingatan (Recall) proses aktif untuk mrnghasilkan fakta dan informasi secara verbatim/kata demi kata, tanpa petunjuk yg jelas
b.  Pengenalan (Recognition) untuk mrnginggat kembali sebuah fakta agak susah dibandingkan pengenalan kembali, dalam pengenalan ada petunjuk yang dijadikan acuan
c.  Belajar lagi (Relearning) menguasai kembali pelajaran yang pernah kita peroleh termasuk pekerjaan memori dengan menghafalkan kembali
d.  Redintegrasi (Redintegration) merekontruksi seluruh masa lalu dari satu petunjuk memori kecil