Tuesday, January 19, 2016

PSIKOLOGI KOMUNIKASI #4



Belanja adalah hal yang menyenangkan bagi sebagian orang. Sayangnya banyak yang tidak mampu menahan hasrat untuk membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Jika tidak ingin bangkrut karena tersesat dalam keinginan sesaat ini, Anda bisa mengikuti tips berbelanja pintar yang ditulis oleh peraih penghargaan bidang professional organizer dari majalah Forbes Monica Ricci di bawah ini.

Perjelaslah motif berbelanja Anda
Jika Anda sudah tahu apa yang Anda akan beli di toko maka jangan sampai tergoda untuk membeli apa yang tidak Anda rencanakan. Jika Anda merasa telah kehilangan kontrol untuk membeli barang yang tidak masuk rencana Anda, segera tinggalkan toko sampai Anda bisa mengendalikan diri. Membuat daftar belanja mungkin akan membantu Anda.

Mengevaluasi kebutuhan
Apakah Anda membutuhkan sesuatu yang baru atau hanya menginginkannya? Ada perbedaan besar di sini, apa yang Anda butuhkan sangat berbeda dengan apa yang Anda inginkan. Buat apa Anda membeli sepasang sepatu kerja jika Anda sudah memiliki 7 pasang di lemari Anda? Ini suatu pemborosan.

Pikirkan apa yang akan terjadi
 

Sebelum membeli sesuatu, pikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Di mana Anda akan menaruhnya? Apakah ada biaya perawatannya? Apakah Anda memiliki ruang yang cukup untuknya? Apakah itu dapat menggantikan barang yang lain? Apakah Anda bersedia membawanya pulang? Apakah itu akan berguna? Apakah tidak lebih baik jika meminjam dari orang lain? Memikirkan hal-hal ini akan membuat Anda obyektif dalam menentukan keputusan pembelian.

Jangan pernah percaya bandrol harga toko
Membeli sesuatu hanya karena mendapat harga diskon adalah malapetaka. Jangan pernah percaya harga yang dibandrol  toko jika Anda tidak mengetahui secara pasti harga sebenarnya. Anda bisa mencari referensi harga di situs jual beli online atau tanyakan pada orang yang menurut Anda mengetahui tentang hal ini.

Bayarlah secara tunai

Ya. Menggunakan kartu kredit dan debit bisa membuat Anda membayar lebih dari harga sesungguhnya. Membawa uang tunai juga secara psikologis akan membuat Anda berpikir dua kali sebelum menggunakannya berbelanja.

Kebijakan dalam berbelanja dan menentukan prioritas dibutuhkan agar Anda dapat menjaga kesehatan kas dan mengontrol pengeluaran Anda.  Happy smart shopping ya, Teman!

Tuesday, January 12, 2016

PSIKOLOGI KOMUNIKASI #3



Menganalisa FeedBack yang Efektif dari Film "The Admiral Roaring Currents"

Sinopsis : The Admiral berpusat pada tokoh Yi Sun-shin (Choi Min-sik), seorang komandan yang dipermalukan dari angkatan laut Dinasti Joseon. Dia dipenjara dan disiksa karena gagal menetralisir agen ganda Jepang dalam pasukkannya. Dia dipanggil kembali ke jabatannya ketika terjadi invasi kedua dari Jepang sekitar tahun 1597.
Yi harus menghadapi kenyataan kekuatan angkatan laut Korea yang sangat menyedihkan, hanya terdiri dari 12 kapal perang rusak yang terjadi selama pertempuran besar ketika ia dipenjara. Yi memiliki waktu yang sedikit untuk menyatukan para pelautnya, mempersiapkan kapal perang dan merancang pertahanan terhadap armada Jepang yang berjumlah lebih dari 300.
FeedBack yang terdapat pada film "The Admiral Roaring Currents" yaitu :
1  FeedBack Inderct : FeedBack yang tidak langsung seperti tulisan, surat kabar dll. Dalam adegan ini seorang mata-mata dari negara Korea yang bernama Bae Seol di utus oleh laksmana Korea yang bernama Yi-Sun Sin untuk mengirim pesan yang berisi tulisan di selembar kertas kepada laksamana Jepang yang bernama Kurushima Michifusa.
2  FeedBack Direct : FeedBack yang langsung seperti tindakan. Dalam adegan peperangan Myeongnyang ini termasuk umpan balik yang secara langsung karena peperangan ini secara langsung ditindakkan dan sama-sama secara langsung di tempat kejadian di pantai barat daya semenanjung Korea.
3  FeedBack Positif : Mendapat Tanggapan Positif. Dalam film ini strategi perang Admiral Yi sukses mengalahakan 330 armada Jepang meskipun ia hanya memiliki 12 kapal laut. Meski awalnya penuh dengan keraguan, tim angkatan laut Admiral Yi berhasil mempertahankan Korea Selatan dengan taktik yang disusun oleh Admiral Yi.
4  FeedBack Negatif  : Mendapat tantangan dari komunikan. Setelah tentara Jepang telah mengetahui dari mata-matanya untuk mengecek di tentara Korea Selatan bahwa tentara yang dipersiapkan hanya 12 kapal laut dan 1 kapal kura-kura besar yang dibakar oleh salah satu tentara Jepang atas perintah laksamana Jepang. Hal ini laksama Korea yaitu Yi-sun sin mendapat tantangan dari komunikan yaitu laksama Kurushima michifusa "apakah tentara dari Korea Selatan akan menyerah dan mengalah atas persiapan hanya 12 kapal laut".
5  FeedBack Neutral : FeedBack yang lebih non verbal atau terkadang verbal (tidak jelas). Dalam peperangan berlangsung terjadinya baku hantam, lempar panah atau tembakan meriam. Mulai dari jenderal yang memimpin di atas kapal hingga awak kapal yang bertugas mengayuh dibagian bawah kapal. kisahnya terpapar detail dan rai menggambarkan beragam emosi yang terjadi ketika perang berlangsung. 
6  FeedBack Verbal  : FeedBack secara lisan. Dalam adegan ketika laksamana Jepang yaitu Kurushima menghampiri laksamana Korea Selatan yaitu Yi-sun sin yang ingin menghajar langsung laksamana korea dengan pedang dan emosinya ingin membunuh Yi-sun sin tapi nyatanya yang terbunuh dan mati adalah laksamana Jepang yang mati di tangan laksamana Korea Selatan
7  FeedBack Non Verbal  : FeedBack secara gerakan-gerakan. Pada pertempuran yang akan segera dimulai. Tentara Korea Selatan tidak maju lebih awal tapi tentara Jepang yang maju lebih awal dengan 300 kapal yang mengisi lautan. Tentara Korea Selatan hanya menunggu dengan mengikuti strategi konsep pusaran air laut yang telat diberitahu seorang prawiranya bahwa 2hari pusaran air dilaut tidak baik dan diberi tahu secara detail dimana pusaran akan terjadi. Hal ini laksamana Jepang bertanya-tanya kenapa laksama Yi-sun sin tidak maju dan melawan tentara Jepang tapi hanya berdiam ditempatnya. Ternyata tentara Korea Selatan telah mempersiapkan strategi dan ditengah-tengah tempur Kurushima mengetahui bahwa Yi-sun sin menggunakan strategi ini.
8  FeedBack Inferential  : FeedBack yang disimpulkan sendiri. Di film ini tak hanya memperlihatkan sisi tegas dan jiwa pemimpinnya, film ini juga memotret sisi kesepian, ketidakpastian, dan juga rasa takut. Adegan ini yang membuat Admial Yi dekat penonton dan jga tentara-tentaranya. Dan rasa takut tentara Jepanglah pada masa peperangan sebelumnya yang membuat Admiral Yi berani untuk melanjutkan perang ini

Thursday, October 15, 2015

PSIKOLOGI KOMUNIKASI #2

Manusia dengan Komunikan
Manusia dengan komunikan terdapat 4 konsep yaitu :
     1. Psikoanalisis
     Perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian manusia:Id, Ego, dan Superego.
  1. Id  adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan –dorongan biologis dan pusat
instink manusia. Dalam diri manusia, terdapat dua instink yang dominan:
a. Libido Instink reproduktif yang menyediakan energi dasar untuk kegiatan-kegiatan yang konstruktif. Libido disebut sebagai instink kehidupan;
b. Thanatos Instink destruktif yang agresif. Thanatos  disebut sebagai instink kematian. Semua motif manusia adalah gabungan dari libido dan thanatos. Id  bergerak berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle),  yakni ingin segera memenuhi kebutuhannya. Dengan kata lain, id  adalah tabiat hewani manusia.
2. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik.Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud yang rasional (pada pribadi yang normal). Ego bergerak berdasarkan prinsip realitas (reality principle).
3. Superego adalah hati nurani (conscience) yang merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan kultural masyarakatnya. Superego memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tak berlainan ke alam bawah sadar.
Id  dan superego berada dalam bawah sadar manusia. Ego  berada di tengah, antara memenuhi desakan id  dan peraturan superego. Secara singkat, dalam psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (id), komponen psikologis (ego), dan komponen sosial (superego); atau unsur animal, rasional, dan moral (hewani, akali, dan nilai).
2. Behaviorisme 
 Menganalisa perilaku yang tampak, yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Teori behavioris juga dikenal dengan nama teori belajar. Belajar artinya perubahan perilaku manusia disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Dari situlah timbul konsep “manusia mesin” (Homo Mechanicus).
3. Psikologi Kognitif
 Dalam psikologi kognitif, manusia dipandang sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya dan makhluk yang selalu berfikir(Homo Sapiens).
Descartes dan Kant menyimpulkan bahwa jiwa (mind) yang menjadi alat utama pengetahuan, bukan alat indra. Jiwa menafsirkan pengalaman indrawi secara aktif: mencipta, mengorganisasikan, menafsirkan, mendistorsi dan mencari makna. Manusia tidak memberikan respons terhadap stimuli secara otomatis. Manusialah yang menentukan makna stimuli itu, bukan stimui itu sendiri.
4. Psikologi Humanistik
 Manusia itu ada tingkatan-tingakatan kebutuhan-kebutuhannya
 - ID (psikologis)
 - Rasa aman (biologis)
 - Cinta dan Kasih sayang
 - Self esteam (bagaimana penilaian diri yang baik)
 - Aktualisasi

Sunday, September 27, 2015






KOMUNIKASI INTRAPERSONAL

Komunikasi  intrapersonal  meliputi  sensasi,  persepsi,  memori,  dan  berpikir.  Sensasi  adalah proses  menangkap  stimuli.  Persepsi  adalah  proses  memberi  makna  pada  sensasi  sehingga manusia  memperoleh  pengetahuan  baru.  Dengan  kata  lain,  persepsi  mengubah  sensasi menjadi informasi. Memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berfikir  adalah  mengolah  dan  memanipulasikan  informasi  untuk  memenuhi  kebutuhan  atau memberikan respons. 
>SISTEM KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
1.  Sensasi
Sensasi berasal dari kata “sense” artinya, alat pengindraan yang menghubungkan organisme dengan  lingkungannya.  Menurut  B.  Wolman,  sensasi  adalah  pengalaman  elementer  yang segera,  yang  tidak  memerlukan  penguraian  verbal,  simbolis,  atau  konseptual,  dan  terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera.  Psikologi  menyebutkan  sembilan  alat  indera  yang  digunakan  oleh  manusia:  penglihatan, pendengaran, kinestesis, vestibular, perabaan, temperatur, rasa sakit, perasa, dan penciuman. Sumber  informasi  bisa  berasal  dari  dunia  luar  (eksternal),  atau  dari  dalam  diri  sendiri (internal).
Informasi  dari  luar  diindera  oleh  eksteroseptor,  sedangkah  informasi  dari  dalam diindera  oleh  interoseptor.  Selain  itu,  gerakan  tubuh  kita  sendiri  diindera  oleh proprioseptor. Semua  yang  menyentuh  alat  indera  baik  dari  dalam  ataupun  dari  luar  disebut stimuli. Batas minimal intensitas stimuli disebut ambang mutlak (absolut threshold).  Ketajaman  sensasi  juga  ditentukan  oleh  faktor-faktor  personal.  Perbedaan  sensasi  dapat disebabkan  oleh  perbedaan  pengalaman  atau  lingkungan  budaya,  disamping  kapasitas  alat indera yang berbeda.
2.  Persepsi
Persepsi  adalah  pengalaman  tentang  objek,  peristiwa,  atau  hubungan-hubungan  yang diperoleh  dengan  menyimpulkan  informasi  dan  menafsirkan  pesan.  Persepsi  ialah memberikan  makna  pada  stimuli  inderawi  (sensory  stimuli).  Sensasi  adalah  bagian  dari persepsi.  Meskipun  begitu,  menafsirkan  makna  inderawi  tidak  hanya  melibatkan  sensasi,tetapi juga atensi, ekspektasi, motivasi, dan memori. (Desiderato, 1976:129) Seperti  juga  sensasi,  persepsi  juga  ditentukan  oleh  faktor  personal  dan  faktor  situasional. David Krech dan Richard S Crutchfield menyebutnya faktor fungsional dan faktor struktural.
Faktor yang mempengaruhi persepsi
  1. Faktor eksternal penarik perhatian seperti gerakan, intensitas stimuli, kebaruan (novelty), pengulangan.
Perhatian yaitu proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah.
Apa  yang  kita perhatikan  ditentukan  oleh  faktor-faktor  situasional  dan  personal.  Faktor  situasional terkadang  disebut  sebagai  determinan  perhatian  yang  bersifat  eksternal  atau  menarik perhatian  (attention  getter).  Sebuah  stimuli  diperhatikan  karena  memiliki  sifat-sifat  yang menonjol, antara lain:
a.  Gerakan = Manusia secara visual lebih tertarik pada objek-objek yang bergerak.
b.  Intensitas stimuli = Kita akan memperhatikan stimuli yang lebih menonjol daripada stimuli yang lainnya.
c.  Kebaruan (Novelty) = Hal-hal yang baru, yang luar biasa, yang berbeda, akan menarik perhatian.
d.  Perulangan = Hal-hal yang disajikan berkali-kali, bila disertai dengan sedikit variasi, akan menarik perhatian.
2. Faktor Personal pada persepsi interpersonal :
    * Pengalaman
Pengalaman tidak selalu lewat proses belajar formal. Pengalaman kita bertambah juga melalui rangkaian peristiwa yang pernah kita hadapi.(Jalaludin Rahmat,2005:89) Penglaman sangat mempengaruhi kecermatan persepsi, terkadang pengalaman sangat membantu tapi pengalaman pula kerap kali yang membuat kita terbelenggu dalam mempersepsi
*Motivasi
Motivasi lebih menstimulus kita untuk melakukan respon, misalnya ketika kita lelah kita akan lebih memilih untuk beristirahat. Motivasi yang sering mempengaruhi persepsi interpersonal adalah kebutuhan untuk mempercayai "dunia yang adil" artinya kita mempercayai dunia ini telah diatur secara adil (Jalaludin Rahmat ,2005)
*Kepribadian 
Secara kasar definisi Kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap tiap individu manusia (Koentjaraningra, 2009) kepribadian komunikator dan komunikan sangat mempengaruhi persepsi yang ada.

3.  Memori 
Dalam komunikasi intrapersonal, memori memegang peranan penting dalam mempengaruhi baik  persepsi  (dengan  menyediakan  kerangka  rujukan)  maupun  berpikir.  Mempelajari memori  membawa  kita  pada  psikologi  kognitif,  terutama  pada  model  manusia  sebagai pengolah informasi.  Menurut  Schlessinger  dan  Groves,  memori  adalah  sistem  yang  sangat  berstruktur,  yang menyebabkan  organisme  sanggup  merekam  fakta  tentang  dunia  dan  menggunakan pengetahuannya  untuk  membimbing  perilakunya.  Menurut  John  Griffith,  kapasitas  memori manusia adalah sebesar seratus triliun bit.
Memori  melewati  tiga  proses:  perekaman,  penyimpanan,  dan  pemanggilan.
Perekaman(encoding)  adalah  pencatatan  informasi  melalui  reseptor  indera  dan  sirkit  saraf  internal.
Penyimpanan  (storage)  adalah  menentukan  berapa  lama  informasi  itu  berada  beserta  kita, dalam  bentuk  apa,  dan  dimana. 
Penyimpanan  bisa  aktif  atau  pasif.  Kita  menyimpan  secara aktif bila kita menambahkan informasi tambahan. Kita mengisi informasi yang tidak lengkap dengan  kesimpulan  kita  sendiri.  Sedangkan  penyimpanan  pasif  adalah  tidak  adanya penambahan informasi.
Pemanggilan adalah menggunakan informasi yang disimpan, menggungkapkan kembali informasi apabila diperlukan
JENIS-JENIS MEMORI
a.  Pengingatan (Recall) proses aktif untuk mrnghasilkan fakta dan informasi secara verbatim/kata demi kata, tanpa petunjuk yg jelas
b.  Pengenalan (Recognition) untuk mrnginggat kembali sebuah fakta agak susah dibandingkan pengenalan kembali, dalam pengenalan ada petunjuk yang dijadikan acuan
c.  Belajar lagi (Relearning) menguasai kembali pelajaran yang pernah kita peroleh termasuk pekerjaan memori dengan menghafalkan kembali
d.  Redintegrasi (Redintegration) merekontruksi seluruh masa lalu dari satu petunjuk memori kecil