Tuesday, January 12, 2016

PSIKOLOGI KOMUNIKASI #3



Menganalisa FeedBack yang Efektif dari Film "The Admiral Roaring Currents"

Sinopsis : The Admiral berpusat pada tokoh Yi Sun-shin (Choi Min-sik), seorang komandan yang dipermalukan dari angkatan laut Dinasti Joseon. Dia dipenjara dan disiksa karena gagal menetralisir agen ganda Jepang dalam pasukkannya. Dia dipanggil kembali ke jabatannya ketika terjadi invasi kedua dari Jepang sekitar tahun 1597.
Yi harus menghadapi kenyataan kekuatan angkatan laut Korea yang sangat menyedihkan, hanya terdiri dari 12 kapal perang rusak yang terjadi selama pertempuran besar ketika ia dipenjara. Yi memiliki waktu yang sedikit untuk menyatukan para pelautnya, mempersiapkan kapal perang dan merancang pertahanan terhadap armada Jepang yang berjumlah lebih dari 300.
FeedBack yang terdapat pada film "The Admiral Roaring Currents" yaitu :
1  FeedBack Inderct : FeedBack yang tidak langsung seperti tulisan, surat kabar dll. Dalam adegan ini seorang mata-mata dari negara Korea yang bernama Bae Seol di utus oleh laksmana Korea yang bernama Yi-Sun Sin untuk mengirim pesan yang berisi tulisan di selembar kertas kepada laksamana Jepang yang bernama Kurushima Michifusa.
2  FeedBack Direct : FeedBack yang langsung seperti tindakan. Dalam adegan peperangan Myeongnyang ini termasuk umpan balik yang secara langsung karena peperangan ini secara langsung ditindakkan dan sama-sama secara langsung di tempat kejadian di pantai barat daya semenanjung Korea.
3  FeedBack Positif : Mendapat Tanggapan Positif. Dalam film ini strategi perang Admiral Yi sukses mengalahakan 330 armada Jepang meskipun ia hanya memiliki 12 kapal laut. Meski awalnya penuh dengan keraguan, tim angkatan laut Admiral Yi berhasil mempertahankan Korea Selatan dengan taktik yang disusun oleh Admiral Yi.
4  FeedBack Negatif  : Mendapat tantangan dari komunikan. Setelah tentara Jepang telah mengetahui dari mata-matanya untuk mengecek di tentara Korea Selatan bahwa tentara yang dipersiapkan hanya 12 kapal laut dan 1 kapal kura-kura besar yang dibakar oleh salah satu tentara Jepang atas perintah laksamana Jepang. Hal ini laksama Korea yaitu Yi-sun sin mendapat tantangan dari komunikan yaitu laksama Kurushima michifusa "apakah tentara dari Korea Selatan akan menyerah dan mengalah atas persiapan hanya 12 kapal laut".
5  FeedBack Neutral : FeedBack yang lebih non verbal atau terkadang verbal (tidak jelas). Dalam peperangan berlangsung terjadinya baku hantam, lempar panah atau tembakan meriam. Mulai dari jenderal yang memimpin di atas kapal hingga awak kapal yang bertugas mengayuh dibagian bawah kapal. kisahnya terpapar detail dan rai menggambarkan beragam emosi yang terjadi ketika perang berlangsung. 
6  FeedBack Verbal  : FeedBack secara lisan. Dalam adegan ketika laksamana Jepang yaitu Kurushima menghampiri laksamana Korea Selatan yaitu Yi-sun sin yang ingin menghajar langsung laksamana korea dengan pedang dan emosinya ingin membunuh Yi-sun sin tapi nyatanya yang terbunuh dan mati adalah laksamana Jepang yang mati di tangan laksamana Korea Selatan
7  FeedBack Non Verbal  : FeedBack secara gerakan-gerakan. Pada pertempuran yang akan segera dimulai. Tentara Korea Selatan tidak maju lebih awal tapi tentara Jepang yang maju lebih awal dengan 300 kapal yang mengisi lautan. Tentara Korea Selatan hanya menunggu dengan mengikuti strategi konsep pusaran air laut yang telat diberitahu seorang prawiranya bahwa 2hari pusaran air dilaut tidak baik dan diberi tahu secara detail dimana pusaran akan terjadi. Hal ini laksamana Jepang bertanya-tanya kenapa laksama Yi-sun sin tidak maju dan melawan tentara Jepang tapi hanya berdiam ditempatnya. Ternyata tentara Korea Selatan telah mempersiapkan strategi dan ditengah-tengah tempur Kurushima mengetahui bahwa Yi-sun sin menggunakan strategi ini.
8  FeedBack Inferential  : FeedBack yang disimpulkan sendiri. Di film ini tak hanya memperlihatkan sisi tegas dan jiwa pemimpinnya, film ini juga memotret sisi kesepian, ketidakpastian, dan juga rasa takut. Adegan ini yang membuat Admial Yi dekat penonton dan jga tentara-tentaranya. Dan rasa takut tentara Jepanglah pada masa peperangan sebelumnya yang membuat Admiral Yi berani untuk melanjutkan perang ini

No comments:

Post a Comment